Green ICT

Dalam era pemanasan global seperti saat ini, dan isu climate change menjadi topik hangat di berbagai belahan dunia, maka kita tentunya juga sudah familiar dengan kampanye Go Green. Go Green adalah suatu kampanye masal yang mengajak orang untuk berperilaku “Green” yang artinya peduli terhadap lingkungan. Kampanye Go Green yang paling umum adalah:

  • Menanam Pohon, agar pemanasan global dapat berkurang
  • Mengurangi penggunaan plastik, karna sampah plastik sangat susah didaur ulang
  • Hemat air Bersih, karena air bersih merupakan kebutuhan utama bagi manusia
  • Hemat Listrik
  • Hemat BBM (energi tak terbaharukan)

Dalam dunia IT, kampanye Go Green juga digalakan, dan kita lebih mengenal dengan sebutan Green IT atau Green ICT. Green ICT adalah kampanye untuk penggunaan ICT dan Lingkungannya agar lebih ramah terhadap lingkungan. Seperti kita tau bahwa ICT menggunakan konsumsi listrik, dan sebuah sistim ICT tentu nya tidak hanya terdiri dari satu macam jenis perlatan saja, tetapi terdiri dari beberapa perangkat elektronika yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Sebagai contoh: Komputer dikantor yang kita gunakan, terhubung dengan perangkat lain seperti printer, modem, hub dan sebagainya, yang mana semua memerlukan sumberdaya listrik. Kebiasaan kita adalah semua perlatan tersebut dibiarkan menyala pada saat kita tidak membutuhkannya, seperti printer dan modem, Perilaku ini menunjukan bahwa kita boros energi listrik ( tidak go green).

Dalam Pemikiran saya, Go Green itu terbagi dalam dua elemen penting :

  1. Green by IT (menggunakan teknologi baru yang membuat kita menjadi Green)
    Contoh: Mengganti Monitor tabung dengan monitor LED yang hemat energi, Menggunakan Komputer Menggunakan pendingin ruangan yang menggunakan komputer dengan AC Hemat Listrik, Menggunakan Lampu Hemat energi (Lampu TL atau LED), dsb nya.
  2. Green by Policy ( membuat peraturan-peraturan yang mendukung kegiatan Green)
    Contoh: Mematikan Komputer jika selesai bekerja dikantor, mematikan sumber daya listrik pada perangkat-perangkat yang tidak digunakan, peraturan yang menetapkan harus menggunakan perangkat yang hemat energi, dsb nya

Green by IT dan Green by Policy harus berjalan bersamaan, karena jika cuma satu saja maka tujuan Green yang kita dapatkan tidak akan maksimal, misalnya: jika kita menggunakan perangkat yang Green, tetapi semua perangkat tersebut menyala meskipun tidak dibutuhkan tentunya tetap saja kita masih boros energi. Begitu juga sebaliknya, biar kita sudah menerapkan peraturan yang green, tetapi perangkat yang kita gunakan masih belum green, tentunya tujuan Green kita masih belum tercapai secara maksimal.

Apakah kita sudah hemat energi (green)?

Pada saat ini rata-rata orang mempunyai HP lebih dari satu, dan mereka mengecas pada malam hari saat mereka tidur. Jam tidur rata-rata 6 jam , sedangkan kita mengecas battere HP 3 jam juga sudah penuh, nah setiap hari kita membuang energi listrik sebesar 5 watt x 3 jam = 15 wh, jika hal tersebut kita kali 10.000.000 (sepuluh juta) pelanggan maka total energi listrik yang terbuang percuma = 150.000 kwh (ini setara dengan menghidupi 30.000 rumah sederhana dengan maksimum beban 5Kwh permalam ).

ini kita baru bicara handphone, bagaimana dengan komputer dikantor yang kita tidak matikan atau hanya posisi standby, televisi dirumah yang juga kita matikan dalam posisi standby saat kita tidur, dan masih banyak lagi perangkat elektronik yang menyala dengan konsumsi energi yang relatif rendah tetapi multipliernya banyak.

Mari kita berpola hidup green, yang salah satunya adalah hemat energi dan saling memberikan info serta ajakan kepada teman-teman atau kerabat untuk perduli terhadap lingkungan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *